Presiden Jokowi Bakal Groundbreaking ke-9 Proyek IKN, Ada Investor Asing Bangun Kebun Raya
Presiden Joko Widodo (Jokowi) direncanakan akan kembali melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking ke-9 proyek swasta di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.
Jumlah investor yang akan
melakukan groundbreaking sebelum Jokowi lengser belum diketahui jumlahnya,
tetapi bakal ada investor asing lagi.
Plt Kepala Otorita IKN Basuki
Hadimuljono mengatakan, groundbreaking ke-9 IKN bisa saja dilaksanakan pada
tanggal 10 atau 11 Oktober.
Menurutnya, tanggal tersebut
Presiden Jokowi dijadwalkan meresmikan training center PSSI di IKN.
“Tapi sekarang sedang
difinalkan mana mana saja yang sudah siap untuk di groundbreaking,” ucap
Basuki.
Basuki menambahkan, investasi
swasta yang sudah masuk ke IKN hingga groundbreaking ke-8 mencapai Rp 58,4
triliun.
Otorita IKN terus mengajak
investor untuk berinvestasi di IKN.
“Mudah – mudahan nanti kalau
yang (groundbreaking) kesembilan ini akan bertambah lagi (investasi dari
swasta),” terang Basuki.
Terkait investor asing yang
bakal groundbreaking ke-9, Basuki menyebut ada dari Inggris.
Tercatat sebelumnya, sudah ada
investor asing yang investasi yaitu Australia, China, dan Rusia.
"Kemarin kan Delonix sama
Magnum, ke depan ini ada Botanical Garden dari London. Lainnya saya lagi
di-fixed-kan difinalkan," kata Basuki.
Ada Batas Waktu Penyelesaian
Proyek
Otoritas IKN mengklaim
berbagai proyek swasta yang telah di groundbreaking Presiden Jokowi merupakan
dari investor yang berkualitas baik.
OIKN pun memberikan batas
waktu maksimal pelaksanaan pembangunan investasi non-APBN yakni 18 bulan sejak
groundbreaking.
Deputi Bidang Sarana dan
Prasarana OIKN Silvia Halim mengatakan, batas waktu maksimal pelaksanaan
konstruksi diberlakukan untuk menjaga pembangunan IKN sesuai jadwal, dan
terciptanya eksositem perkotaan lebih cepat.
"Kami sudah melakukan kurasi terhadap banyaknya investor yang berminat. Namun, yang kami cari adalah investor yang berkualitas. Ini artinya, mereka tak sekadar sebatas groundbreaking tapi segera membangun," tutur Silvia.
No comments: