Breaking News

Presiden Prabowo Fokus pada Transformasi Ekonomi dan Swasembada Nasional


 Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2025 di Jakarta, Selasa 10 Desember 2024. Dalam pidatonya, Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk melanjutkan transformasi ekonomi dan memperkuat swasembada nasional di sektor pangan dan energi. Presiden Prabowo menyatakan bahwa Indonesia sedang menuju status negara maju pada tahun 2045. 


Untuk mencapai tujuan ini, pemerintah berupaya memperkuat fondasi ekonomi nasional dengan prinsip kehati-hatian dan efisiensi. “Kita harus terus melakukan pengendalian ekonomi secara pruden, hati-hati, dan terencana dengan baik,” tegasnya. Presiden Prabowo menetapkan swasembada pangan dan energi sebagai prioritas utama pemerintah. 


Ia menekankan pentingnya membangun lumbung pangan di tingkat nasional hingga tingkat desa untuk menciptakan ketahanan pangan. Selain itu, Indonesia diproyeksikan menjadi satu dari tiga negara yang mampu mencapai swasembada energi berbasis sumber daya terbarukan, bersaing dengan Brasil dan Kongo. Menurut Presiden, setiap desa harus memiliki lumbung pangan sendiri. Ini merupakan kearifan lokal yang telah diwariskan oleh nenek moyang bangsa Indonesia. 


“Setiap desa harus punya tanah yang diamankan untuk cadangan pangan desa. Setiap lereng, setiap bukit, dan setiap lahan di desa harus dimanfaatkan dengan baik,” ujar Prabowo. 


Dalam rangka memperkuat ekonomi, Presiden Prabowo juga menekankan penegakan hukum dan pemberantasan penyelundupan komoditas. Menurutnya, penyelundupan tidak hanya merugikan negara, tetapi juga menghancurkan kehidupan ribuan rakyat Indonesia. 


“Kita harus memerangi penyelundupan ke dalam dan keluar kekayaan kita. Komoditas strategis harus diolah di dalam negeri, bukan diekspor mentah,” tegas Prabowo. 


Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa swasembada pangan dan energi adalah prioritas utama pemerintah. Ia mengapresiasi kerja keras kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah yang berhasil mengendalikan inflasi dan meningkatkan produksi beras nasional di tengah tantangan iklim ekstrem El Nino dan La Nina. 


Selain itu, hilirisasi industri menjadi strategi kunci dalam menciptakan nilai tambah dari komoditas strategis. Prabowo menegaskan bahwa hilirisasi bukan lagi pilihan, tetapi keharusan untuk memperkuat daya saing dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.


No comments:

Powered by Blogger.