Apresiasi Pemprov Papua Tengah atas Pembangunan Jembatan Sanoba dan Kimi Jalur Bawah Nabire
Jembatan yang putus akibat
hujan deras beberapa tahun lalu telah mengganggu aktivitas masyarakat di
sejumlah wilayah Kabupaten Nabire. Namun kini, harapan mulai kembali
menghampiri dengan adanya proyek pembangunan jembatan Sanoba Bawah dan Kimi
Bawah yang terletak di ruas jalan Siriwini – Samabusa.
Dalam kunjungan beberapa hari
lalu, John NR Gobai menyatakan, "Saya sudah sejak lama memperhatikan
kondisi jembatan Sanoba, Kimi Bawah, serta ruas jalan Siriwini – Samabusa yang
terputus akibat hujan. Oleh karena itu, saya merasa perlu meninjau langsung
proses pembangunannya, terutama karena proyek ini pernah kami kawal hingga
dianggarkan, namun sempat terhenti akibat kesalahpahaman."
Gobai memberikan apresiasi
kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang telah merencanakan dan
melaksanakan pembangunan jembatan-jembatan tersebut. Ia berharap agar
kontraktor dapat menyelesaikan proyek ini dengan tuntas.
"Jembatan ini sangat
strategis bagi masyarakat; namun, dana yang diperlukan mungkin cukup besar,
sehingga saya ingin mengusulkan agar kontraktor dapat memberikan kesempatan
kepada pengusaha OAP sebagai subkontraktor," tuturnya.
Putusnya akses ini sangat
berdampak pada kehidupan sehari-hari masyarakat di Nabire, khususnya warga di
Sanoba Bawah, Waharia, Kimi, dan Samabusa. Masyarakat setempat merasakan betapa
sulitnya mobilitas mereka, terutama dalam mengunjungi lokasi wisata seperti
Pantai Gedo Nabire dan PPI Waharia.
"Kami sangat berharap
agar aktivitas sehari-hari dan perekonomian tidak terganggu lebih jauh akibat
kerusakan jembatan ini," pungkas Gobai.
Dengan dukungan semua pihak,
diharapkan pembangunan jembatan Sanoba dan Kimi akan segera rampung,
mengembalikan kemudahan akses, dan memperkuat ekonomi masyarakat Nabire.
No comments: